Manisnya perjumpaan bisa kita
rasakan jika perjumpaan itu melahirkan hal-hal positif seperti kehamilan
peluang bisnis, teman yang baik, sahabat dekat, atau kekasih hati. Banyak
perjumpaan yang kita tidak pernah rencanakan, namun perjumpaan itu sangat kita
syukuri. Kita serasa mendapat takdir baik kala itu. Inilah kenapa saya
mengatakan bahwa perjumpaan itu bagian dari jodoh.
Ketemu preman dan dipalak tentu tidak masuk perjumpaan yang menyenangkan, kecuali kalau memang jiwa dermawan Anda setara dengan biksu tong sam cong. Perjumpaan dengan anjing galak, paku di jalan, dosen pembimbing bagi mahasiswa yang malas mengerjakan skripsi adalah contoh perjumpaan yang tidak menyenangkan. Perjumpaan semacam ini pun tidak bisa kita prediksi. Kok ya pas apes dapat perjumpaan yang sama sekali tidak menyenangkan. Jimat tolak balak Anda kurang kuat mungkin. Karena itu, rajinlah sedekah dan dekat-dekatlah dengan Tuhan agar perjumpaan semacam ini dapat dihindari.
Jika kita bertemu dengan seseorang yang pada akhirnya menjadi kekasih, tetapi selanjutnya dia selingkuh, apakah perjumpaan pertama bisa dikategorikan perjumpaan yang menyenangkan atau tidak?
Suatu malam, selepas kerja, saya menggeber motor butut saya menuju rumah. Iseng sekali saya mengambil jalan yang biasanya tidak lewat situ. Cari suasana baru piker saya. Eh macet ternyata. Di tengah kemacetan itu, ada bapak polisi dengan mata yang awas memandang saya dengan mesra. Iya, motor saya plat nomornya sudah mati karena malas mengurus di kota asal. Dengan lembut dia menyapa saya dan menanyakan beberapa hal. Diajaklah saya bersilaturahmi ke pos jaga. Adegan selanjutnya terlalu tabu untuk diceritakan. Perjumpaan seperti ini yang saya harapkan segera terucap sayonara. Nggak lagi-lagi deh.
***
Tema hari ini adalah Perjumpaan. Yohoo masih semangat di hari ke enam #30HariBercerita. Seenggaknya lebih baik dari tahun lalu lah yang berhenti di hari kelima.
Photo by Joshua Ness on Unsplash
Tidak ada komentar:
Posting Komentar