Langsung ke konten utama

Postingan

Cukup Di Jakarta Saja

Hari kejepit!! Yeaayy…. Saya tiba-tiba senang mengetahui di November ini ada hari kejepit. Saya baru mengetahui seminggu sebelumnya, karena saya jarang sekali melihat kalender. Selasa libur, berarti senin harus cuti nih, pikir saya. Dan seketika saya mendapatkan long weekend. Seketika pilihan liburan ke mana menjadi topik utama di otak saya. Dan seketika membuka web Sriwijaya Air. Mau ke mana kita long weekend itu?


Postingan terbaru

Sekilas Cerita di UWRF

Tenyata niat untuk merekam setiap aktivitas di UWRF per harinya tidak terlaksana. Kegiatannya lebih padat dari yang saya banyangkan sebelumnya. Hampir penuh dari pagi sampai malam hari, mulai dari diskusi, pesta puisi, sampai screening film. Dan saat kembali ke hotel pun rasanya sudah lelah dan segera istirahat untuk memastikan besok pagi sudah segar untuk kegiatan lagi. Keliling ubud pun tidak terjadi dalam travelling ini. Kegiatan saya hanya terpusat di tiga tempat, yaitu venue kegiatan, tempat makan, dan hotel. Venue kegiatan UWRF ada di beberapa titik. Disediakan shuttle car setiap 30 menit jika kamu semua tidak membawa kendaraan. Jika kamu memang cukup mobile untuk beberapa hari itu, mungkin sewa motor jadi alternatif menarik.

UWRF, Nunggu Boarding

Catatan ini ditulis di bandara sambil menunggu boarding. Sebelum subuh saya sudah rapi dengan minyak wangi dan mata yang berkedip 5watt. Hari ini saya akan menuju Bali, tepatnya di daerah ubud. Ubud Writer and Reader Festival (UWRF) begitu nama acara yang membuatku rela cuti dua hari di tengah gempuran kerjaan dari Pak GM. Meninggalkan kantor dua hari memang tidak pernah mudah, tapi melewatkn UWRF bukan pilihan yang menarik untuk diambil. Entah dari bulan kapan, saya sudah merencanakan untuk hadir. Berbekal tiket terusan early bird, tiket sakti sriwijaya, dan hostel murah di ubud, saya beranikan diri berangkat.

Mulanya saya tidak ingat kapan saya mengenal acara ini. Kemungkinan dari instagram penulis-penulis sakti macam Aan Mansyur atau Dee yang hadir tahun lalu. Saya sebagai penulis pembaca, merasa sayang untuk melewatkan acara ini. Sebenarnya acara macam ini juga ada di Jakarta. Salah satunya International Writer Festival. Tapi daya pesona ubud memang membuat acara satu ini begitu m…

Morning Person atau Night Owl

Ada yang mengatakan bahwa morning person atau night owl tertanam dalam genetic kita. Ada yang mengatakan ini merupakan kebiasaan saja yang bisa saja dibentuk. Dan beberapa sumber mengatakan masing-masingnya punya kelebihan. Jika morning person lebih bisa mencapai keberhasilan akademik, namun night owl lebih mudah mengingat. Namun apapun itu pada kenyataannya dunia kerja tertama yang berada dalam ikatan office hour 9 to 5, secara tidak langsung menuntut kita menjadi morning person. Jika pertanyaan ini ditanyakan sebelum saya kerja, mungkin dengan tegas saya akan menjawab Night Owl, tapi saat ini? Hemm… nanti dulu. Kebiasaan night owl saya dimulai saat saya SMP. Saat itu, saya tergabung dalam kontingen kesenian karawitan. Guru kami membiasakan untuk menggarap musik di malam hari. Selain distraksinya kecil, entah mengapa ide-ide musik liar bermunculan di malam hari. Akhirnya dalam sebulan, kami sering bermalam di ruang musik di sekolah. Kebiasaan night owl berlanjut ke SMA dan kuliah. Ba…

Coffee Person

Coffee person atau tea guy?

Kalau ini dengan tegas aku jawab coffee person. Dalam sejarahnya, kopi diduga masuk ke nusantara pada sekitar tahun 1690 dengan diselundupkan oleh bangsa belanda dari kawasan Arab ke nusantara. Dengan aroma khasnya dan rangsangan yang ditimbulkannya, kopi dengan cepat populer di nusantara. Dan hingga sekarang, mungkin sebagian dari kita tidak akan melewatkan pagi hari tanpa kopi. Don’t talk to me before coffee, begitu istilah populernya. Saya tidak ingat kapan saya berkenalan dengan kopi dengan sangat intense. Sewaktu kecil, orang tua saya menanamkan pemahaman kalau kopi itu adalah minuman orang dewasa, sehingga saya boleh meminum ketika saya sudah dewasa. Karena itu seingat saya, saya tidak intense atau setidaknya suka minum kopi hingga SMA. Begadangan saat itu bisa saya lalui tanpa kopi sedikitpun. Rasanya badan saya bisa diajak bekerja sama sampai malam tanpa berkenalan dengan minuman hitam itu. Bahkan sampai di awal kuliah, saya tidak suka minum kopi.…

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 2)

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 1)