Langsung ke konten utama

Separuh Hadir

Engkau yang bersamaku saat ini

Menatap matamu yang kosong itu

Tubuhmu hadir tapi ruhmu tidak

Tawamu terdengar tapi bahagiamu lenyap

Engkau yang terjebak pada masa lalumu

Tidakkah kau bisa bersamaku dengan utuh?

Berjalan dan bergandengan tangan denganku dengan seutuhnya dirimu

Engkau yang terus meronta dariku

Ku coba menggenggammu sekuat tenaga

Kuat dan rapat

Tapi tanganku mulai lemah, dan menyerah

Bukan aku tak berusaha, tapi aku tak kuasa

Melepasmu bukan keinginan, menahanmu bukan jawaban

Menunggumu menari sampai dirimu lelah, dan kembali padaku

Itu pun cuma jika engkau mau kembali


Kemang, 5 September 2015

Insipired from Korean Drama, Hello Monster
Seriusan, bukan puisi galau. Cuma keisengan waktu baca sajaknya Rendra sambil nonton K-Drama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 1)

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 2)

UWRF, Nunggu Boarding

Catatan ini ditulis di bandara sambil menunggu boarding. Sebelum subuh saya sudah rapi dengan minyak wangi dan mata yang berkedip 5watt. Hari ini saya akan menuju Bali, tepatnya di daerah ubud. Ubud Writer and Reader Festival (UWRF) begitu nama acara yang membuatku rela cuti dua hari di tengah gempuran kerjaan dari Pak GM. Meninggalkan kantor dua hari memang tidak pernah mudah, tapi melewatkn UWRF bukan pilihan yang menarik untuk diambil. Entah dari bulan kapan, saya sudah merencanakan untuk hadir. Berbekal tiket terusan early bird, tiket sakti sriwijaya, dan hostel murah di ubud, saya beranikan diri berangkat.

Mulanya saya tidak ingat kapan saya mengenal acara ini. Kemungkinan dari instagram penulis-penulis sakti macam Aan Mansyur atau Dee yang hadir tahun lalu. Saya sebagai penulis pembaca, merasa sayang untuk melewatkan acara ini. Sebenarnya acara macam ini juga ada di Jakarta. Salah satunya International Writer Festival. Tapi daya pesona ubud memang membuat acara satu ini begitu m…