Langsung ke konten utama

Tuntaskan Bukumu

Hari sudah akan berganti, tapi aku baru memulai cerita hari ke dua untuk #30HariBercerita. Untuk malam ini aku akan cerita tentang membaca. Akhir-akhir ini aku mulai lagi memupuk semangat untuk menyelesaikan membaca buku. Setelah sekian lama aku tidak pernah menyelesaikan membaca satu buku utuh. Kalau ada yang bertanya, emang baca harus satu buku utuh? Aku pikir tidak. Kamu bisa melewati bagian yang mungkin kamu kurang suka. Mungkin juga kamu bisa menyelingi dengan buku lain. Namun kalau aku pikir, ada bahayanya kalau kamu berhenti membaca di tengah jalan. Kamu hanya mengerti sebagian topik dari keseluruhan ide yang ada di dalam buku. Emang akibatnya apa? Ada kemungkinan kamu salah tafsir atas ide buku itu, atau kamu salah “ilmu” dalam merespon sesuatu. Analogi sederhananya adalah kamu tidak akan rela diperiksa oleh dokter yang hanya belajar satu bagian tubuh saja kan? Yup, semua muara dari membaca sebagian buku adalah kedangkalan. Ya masih mending ini sih daripada kamu membaca artikel online dengan hanya membaca judul saja (btw, banyak netizen yang kayak gini sih)

Kenapa sih aku sempat malas baca buku? Aku berpikir, mungkin penyebab utamanya aku malas. Okay, aku tidak memungkiri itu. Tapi ada penyebab lain kenapa aku jadi malas membaca buku. Karena aku terbebani sesuatu dalam membaca buku. Yup, beberapa kali aku memilih buku yang sebenarnya aku tidak suka. Namun karena ada beban, antara lain agar bacaanku lebih berbobot, atau membaca buku rekomendasi orang terkenal, atau terbebani best seller, atau yang paling sering adalah membaca buku dengan topik terkini, akhirnya aku membaca sesuatu yang tidak aku suka. Yang pada akhirnya, aku hanya terbebani argumen-argumen saja. Tidak menyentuh aspek dalam hidupku. Akibatnya aku dan buku itu menjadi berjarak. Menyelesaikannya pun menjadi beban. Nah pada akhirnya, aku tidak ada keinginan untuk menyelesaikan satu buku utuh.

Karena itu, akhir-akhir ini aku membaca buku yang benar-benar aku suka, atau topiknya memang dekat dengan kehidupan personalku. Aku sekarang sedang berusaha menyelesaikan dua buku yang aku selang-seling bacanya, yaitu buku Hidup Sederhana dari Desi Anwar dan When Strangers Meet dari Kio Stark.

Kalau kamu, apa buku yang sedang kamu baca?

Ditulis di kosan di tengah deadline kerjaan kantor

2 Januari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 1)

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 2)

UWRF, Nunggu Boarding

Catatan ini ditulis di bandara sambil menunggu boarding. Sebelum subuh saya sudah rapi dengan minyak wangi dan mata yang berkedip 5watt. Hari ini saya akan menuju Bali, tepatnya di daerah ubud. Ubud Writer and Reader Festival (UWRF) begitu nama acara yang membuatku rela cuti dua hari di tengah gempuran kerjaan dari Pak GM. Meninggalkan kantor dua hari memang tidak pernah mudah, tapi melewatkn UWRF bukan pilihan yang menarik untuk diambil. Entah dari bulan kapan, saya sudah merencanakan untuk hadir. Berbekal tiket terusan early bird, tiket sakti sriwijaya, dan hostel murah di ubud, saya beranikan diri berangkat.

Mulanya saya tidak ingat kapan saya mengenal acara ini. Kemungkinan dari instagram penulis-penulis sakti macam Aan Mansyur atau Dee yang hadir tahun lalu. Saya sebagai penulis pembaca, merasa sayang untuk melewatkan acara ini. Sebenarnya acara macam ini juga ada di Jakarta. Salah satunya International Writer Festival. Tapi daya pesona ubud memang membuat acara satu ini begitu m…