Alternatif Toko Buku - Catatan Kecil

Rabu, 12 Januari 2022

Alternatif Toko Buku

Di mana orang Jakarta mencari dan membeli buku fisik? Mungkin kamu akan menyebut nama-nama besar seperti Gramedia, Kinokuniya, Periplus, atau Books & Beyond. Mungkin juga kamu menyebut pasar buku di Blok M, Pasar Buku Kenari, atau Pasar Buku Kwitang. Untuk saat pandemi seperti ini, rasanya banyak orang yang memilih membeli buku secara daring karena sudah banyak penyedia buku secara daring. Dari sekian toko buku fisik yang ada, apakah ada toko buku yang berbeda dari yang lain?


 

Dari sekian banyak toko buku di Jakarta yang bisa kita kunjungi, ada satu toko buku yang menjadi favorit saya dan mungkin bisa jadi alternative kamu untuk mencari dan membeli buku. Toko Buku Post Santa. Toko buku ini berada di lantai atas Pasar Santa, tempat yang dulu sempat hits menjadi tempat nongkrong. Saya lupa blok di mana tepatnya, namun kamu bisa menanyakan orang di sekitar situ di mana letak Post. Kebanyakan orang di situ sudah mengenal betul Post.

 

Apa yang menarik dari Post? Kurasi. Menurut saya nilai lebih dari Post adalah buku yang dijual di sini sudah dikurasi oleh penjaga toko. Kebanyakan mereka menjual buku yang sudah mereka baca, atau buku tersebut direkomendasikan oleh teman-teman. Mengapa ini menarik? Buku yang ada di pasar jumlahnya ribuan mungkin jutaan, dan kita tidak mungkin membaca semua buku tersebut. Kurasi membantu kita untuk menyusun daftar buku bacaan. Pilihan mereka tidak selalu sesuai dengan pilihan kita karena masing-masing individu  mempunyai pengalaman membaca sendiri-sendiri, tapi setidaknya ada referensi yang bisa dijadikan pertimbangan.

 

Karena sudah terkurasi, buku yang dijual memang disesuaikan dengan “warna” penjaga toko ataupun pelanggan Post. Kita tidak akan menemukan buku cara beternak cacing atau buku agama di sini. Kita tetap bisa menemukan buku yang beragam mulai fiksi dan non fiksi. Ada yang berbahasa Indonesia, maupun Bahasa Inggris. Ada dari penulis lokal maupun buku import. Bukunya tidak monoton walaupun pilihannya tidak sebanyak di toko buku pada umumnya. Buku yang dijual di sini kebanyakan tidak dijual di toko buku arus utama seperti Gramedia.

 

Post ini tidak hanya berfungsi sebagai toko buku. Mereka juga mempunyai penerbitan yang sudah menerbitkan beberapa buku di antaranya Cerita-cerita Jakarta, Semasa dan Na Willa. Selain itu, sebelum pandemi Post juga sering mengadakan kegiatan luring tentang buku seperti peluncuran buku, diskusi buku, atau kelas penulisan. Post memang tidak ditujukan hanya untuk penjualan buku, namun juga ruang interaksi.

 

Jika kamu tidak sempat datang ke Post, kamu bisa membeli buku-buku yang mereka jual di lokapasar yang tersedia seperti Tokopedia dan Shopee.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar