Langsung ke konten utama

Fenomena di Mesin ATM


Pernahkah anda membaca tulisan yang berbunyi ”Cetak Resi? Jika tidak saldo anda akan ditampilkan di layar.” Ya, tulisan itu muncul ketika anda menarik uang di ATM.
Ada fenomena menarik terjadi di mesin ATM (setidaknya yang saya kunjungi). Di setiap mesin ATM yang saya kunjungi selalu bertebaran kertas resi yang di buang begitu saja oleh pengguna ATM. Atau tempat sampah yang disediakan penuh dengan kertas resi. Saya berpikir mengapa harus dicetak kalau hanya dibaca sekali lalu di buang? Mengapa tidak melihat jumlah saldo di layar ATM saja?

Kita sering mendengar tentang aksi penyelamatan bumi. Kita mungkin pernah atau sering mengikuti seminar tentang global warming. Tapi kita sering lupa bertindak untuk menyelamatkan bumi. Kalau kita tidak bisa bertindak dalam skala besar,mengapa kita tidak bertindak mulai dari skala kecil? Dalam fenomena mesin ATM tadi, penyelamatan bumi bisa kita mulai sana. Kita menyelamatkan bumi dengan tidak mencetak resi transaksi jika tidak diperlukan.

Ada konsep perubahan dari KH.Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mungkin bisa kita lakukan konsep itu dikenal dengan singkatan 3M. Yaitu mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil,dan Mulai saat ini. Dalam tulisan ini saya hanya menyoroti hal yang sangat sederhana, yaitu tentang fenomena di mesin ATM.

Yang pertama adalah mulai dari diri sendiri. Kita akan melakukan perubahan dari diri sendiri terlebih dahulu. Kita tidak perlu memperingatkan orang lain selama kita belum berubah.

Yang kedua adalah mulai dari hal yang kecil. Mungkin sebagian dari anda berpikir bahwa fenomena yang saya angkat adalah hal yang remeh. Mungkin sebagian dari anda berpikir banyak hal yang lebih penting untuk dirubah. Menurut saya perubahan kecil itu akan berdampak luas jika kita semua lakukan. Kertas resi yang kita buang itu berasal dari kayu yang ada di hutan. Jika 1000 orang saja tidak mencetak resi, pihak bank akan menghemat pembelian kertas. Berarti bahwa 1000 orang itu telah ambil bagian aksi penyelamatan hutan. Jika satu juta yang tidak mencetak resi,pasti banyak pohon yang terselamatkan dari penebangan sia-sia.

Yang ketiga adalah mulai saat ini. Kapan anda terakhir kali mencetak resi dengan sia-sia? Perubahan akan kita mulai saat ini juga. Kita tidak perlu menunggu ada undang-undang dikeluarkan, kita tidak perlu menunggu hutan Indonesia habis,dan kita tidak perlu bumi ini tidak nyaman Kita mulai perubahaan saat ini juga.
Saya sudah mulai,Bagaimana dengan anda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 1)

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 2)

UWRF, Nunggu Boarding

Catatan ini ditulis di bandara sambil menunggu boarding. Sebelum subuh saya sudah rapi dengan minyak wangi dan mata yang berkedip 5watt. Hari ini saya akan menuju Bali, tepatnya di daerah ubud. Ubud Writer and Reader Festival (UWRF) begitu nama acara yang membuatku rela cuti dua hari di tengah gempuran kerjaan dari Pak GM. Meninggalkan kantor dua hari memang tidak pernah mudah, tapi melewatkn UWRF bukan pilihan yang menarik untuk diambil. Entah dari bulan kapan, saya sudah merencanakan untuk hadir. Berbekal tiket terusan early bird, tiket sakti sriwijaya, dan hostel murah di ubud, saya beranikan diri berangkat.

Mulanya saya tidak ingat kapan saya mengenal acara ini. Kemungkinan dari instagram penulis-penulis sakti macam Aan Mansyur atau Dee yang hadir tahun lalu. Saya sebagai penulis pembaca, merasa sayang untuk melewatkan acara ini. Sebenarnya acara macam ini juga ada di Jakarta. Salah satunya International Writer Festival. Tapi daya pesona ubud memang membuat acara satu ini begitu m…