Langsung ke konten utama

Inspirasi Dari Iklan Shampoo

Pernahkah anda merasa “Mengapa keadaanku tidak sama dengan dia?” atau anda berpikir “Mengapa keadaan saya tidak sebaik dia?”. Pernahkah anda merasa seperti itu? Aku pernah merasa seperti itu. Aku merasa keadaanku paling buruk dibanding dengan yang lain. Aku kadang menginginkan keadaanku sama dengan yang lain. Keadaan yang nyaman seperti yang lain.

Beberapa bulan yang lalu aku menemukan sebuah iklan shampo. Iklan ini memang tidak tayang di Indonesia karena ini memang iklan shampo di luar negeri. Ada sebuah pelajaran yang dapat kupetik dari iklan yang inspiratif.

Dalam iklan itu diceritakan seorang gadis kecil yang tuli dan bisu ingin belajar biola. Akhirnya dia belajar dari seorang pengamen jalanan. Pengamen yang sudah tua. Pengamen itu juga yang menjadi sumber ilmu dan inspirasinya. Tapi usahanya dalam belajar biola tidak semudah yang diharapkan. Kakaknya yang juga seorang pemain piano sering menghina dia. Tidak hanya hinaan,tetapi juga tekanan dalam bentuk fisik. Tetapi sang pengamen tetap memotivasinya untuk tetap belajar biola. Akhirnya gadis itu tetap berusaha dan akhirnya dapat memainkan biola. Bahkan dia dapat membuat para juri pada sebuah lomba musik yang dia ikuti terkagum-kagum.

Dari iklan shampo itu aku dapat mengambil sebuah pelajaran yang berharga. Pelajaran tentang perlunya kerja keras dan pendirian yang teguh untuk mencapai kesuksesan. Tetapi ada bagian dalam iklan itu yang sangat menarik. Bagian dimana dengan berlinang air mata gadis tuli itu bertanya kepada sang pengamen “Mengapa keadaanku tidak sama seperti yang lain?” Dan dijawab oleh pengamen tua itu ”Mengapa kamu harus sama dengan yang lain?”.Rasanya kata-kata dari pengamen tua itu menampar diriku. Aku sering mengeluh dengan keluhan yang sama dengan gadis itu. Aku sering bertanya kepada diriku “Mengapa keadaanku tidak sama seperti yang lain?”. Dan seandainya ada orang yang bertanya balik sama dengan pertanyaan pengamen tua “Mengapa keadaanku tidak sama seperti yang lain?” rasanya aku tidak dapat menjawab. Aku baru sadar bahwa aku tidak punya alasan untuk mengeluh pada keadaanku. Aku tidak mempunyai alasan untuk iri pada keadaan orang lain. Aku tidak mempunyai alasan untuk mendapat keadaan yang sama dengan orang lain.

Kawan, kita sering mengeluh dengan keadaan yang kita alami. Kita sering menyalahkan keadaan ketika kita tidak mencapai kesuksesan. Padahal Allah,Tuhan Yang Maha Pemurah, sudah memberikan keadaan yang terbaik untuk kita. Allah sudah memberikan sumber daya yang kita butuhkan. Tetapi sayang, kita tidak menyadari dan tidak memanfaatkan sumber daya itu. Kita sering lalai dengan sumber daya itu. Dan akhirnya kita sering meminta keadaan yang lebih baik,keadaan yang lebih nyaman. Dan masihkah pantaskah kita mengeluh “Keadaanku tidak sebaik keadaan mereka”.

Karena itu Allah memperingatkan kita dalam Al-Quran surat Ar-Rahman:
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan” (Q.S 55:55).

*) Video itu saya dapat dari link http://www.4shared.com/video/WAMIOOgj/Violin_and_Pantene.html?s=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surga Kuliner itu Bernama Solo (part 1)

Menikmati Kampung Ramadhan Jogokaryan