Orang-Orang Biasa: Sekelompok orang bodoh dan pilunya pendidikan - Catatan Kecil

Rabu, 03 April 2019

Orang-Orang Biasa: Sekelompok orang bodoh dan pilunya pendidikan

Setelah karya ke 10 berjudul Sirkus Pohon, pada penghujung Maret 2019, Pak Cik Andrea meluncurkan karya ke 11 berjudul Orang-Orang Biasa. EmmmSebelum berlanjut, mungkin tulisan ini mengandung spoiler. Jadi, bagi yang ingin membaca bukunya, sebaiknya melawatkan dulu tulisan ini.


Novel ini berkisah tentang persahabatan 10 pecundang sejak dari SMA. Para pecundang ini merencanakan tindakan kriminal yang sensasional. Ya, kebodohan dipertemukan dengan rencana jahat yang rumit, kekacauan lah jawabannya. Tapi tak sesederhana itu boi. Ada hal yang menarik yang menanti Anda. 

Andrea Hirata telah memotret orang-orang yang selama ini terpinggirkan di kehidupan masyarakat. Orang-orang yang tak pernah berpengaruh terhadap denyut nadi kehidupan suatu masyarakat. Ada tidaknya mereka, tidak akan merusak perekonomian negara ini. Dengan kisah kriminalitas, Pak Cik Andrea mencoba memaparkan sudut pandang orang-orang ini terhadap dunia. Sudut pandang bagaimana seorang yang bodoh memandang pendidikan, bagaimana seorang yang miskin memandang kekayaan, bagimana sudut pandang orang yang lemah memandang perkelahian dan kekerasan. Dengan kata lain, sebenarnya kriminalitas bukanlah inti dari novel ini. Kriminalitas dijadikan alat untuk memaparkan pandangan ini. Namun, saya mengacungi jempol bagian kriminalitas ini. Ya mungkin Anda tidak menemukan kisah seseru detektif Conan atau Sherlock Holmes, namun bagian ini mampu menipu saya pada bagian akhirnya. 

Ada satu hal yang langsung menarik perhatian saya. Pak Cik Andrea tak