Akhir yang Baru - Catatan Kecil

Minggu, 21 Maret 2021

Akhir yang Baru

Pernah ga sih kalian membayangkan bagaimana akhir dari sebuah sesuatu ketika kalian memulai sesuatu? Pernah ga kalian membayangkan bagaimana keadaan kelulusan sekolah ketika kalian menjejakkan kaki pertama di sebuah sekolah? Pernah ga kalian membayangkan bagaimana kalian resign saat kontrak kerja ditandatangani? Pernah ga kalian membayangkan sebuah putus atau bahkan perceraian saat kalian jadian atau menikah?

 


Kenapa ya kita cenderung tidak mau memikirkan sesuatu yang pasti terjadi di masa depan hanya karena itu tidak enak? Ya karena kita ingin menikmati momen saat itu. Kalau kata orang kan masa lalu sudah bukan punya kita, dan masa depan belum pasti milik kita. Nikmati saja momen di saat kamu berada. Menikmati tanpa khawatir.

 

Lalu bagaimana dengan prinsip yang ditanamkan, bayangkan dari akhir. Kata sebuah buku motivasi, dengan membayangkan bagaimana sebuah akhir, kita akan bisa tahu bagaimana kita akan menjalani. Bahkan dengan ilustrasi kita diminta membayangkan pemakaman kita, dan orang-orang di sekitar akan memberi kata sambutan tanpa kita bisa interupsi dan memberi pledoi. Dengan membayangkan keadaan seperti itu, kita akan merencanakan bagaimana kita akan bersipkap ke orang-orang sekitar.

 

Nah lo, pusing kan?

 

Akhir dan mulai adalah sebuah kepingan yang berurutan terus menerus. Saat ada pengakhiran, ada awal yang baru. Di saat ada awal yang baru, pasti berujung akhir yang baru. Begitu seterusnya. Kesadaran ini yang saya tanamkan biar saya ga sedih-seding amat dengan sebuah akhir. Harus jujur sih akhir itu banyak ga enaknya.

 

Saya akan cerita tentang berakhirnya kisah saya dengan sebuah kost. Kost yang begitu membekas di hati. Berawal dari sahabat yang mengabari bahwa kost yang lama kami incar sudah tersedia, akhirnya saya menghuni kost itu. Berawal dari kamar di lantai dasar, lalu pindah ke lantai dua, dan berpindah ke kamar yang lebih besar di ujung. Saya menghuni kost itu sekitar 4 tahun. Sudah seperti menyatu dengan lingkungan dan kucing-kucingnya. Hal yang paling saya suka dari kost ini adalah Pak Udin, yang menjaga kost yang biasa saya panggil Babe. Membolehkan saya memelihara kucing walau dia sering ngomel kalau kucingnya pada ga berakhlak.

 

Tepat berakhirnya bulan Januari tahun 2021, kisah saya dengan kost ini berakhir. Berakhir pula dengan kucing-kucing yang ada di situ yang entah berapa generasi yang saya kasih makan. Berakhir pula dengan kerimbunan dan sejuknya udara walau kost saya tanpa AC. Berakhir pula dengan candaan si Babe, walau sering ngomel. Semua berakhir.

 

Apakah saya membayangkan kalau saya sesedih itu ketika meninggalkan kost ini ketika saya membuka pintu kamar kost untuk pertama kali? Tidak. Tidak sama sekali.

 

Mungkin ini sekaligus surat kangen saya kepada Wawa, Orenji, Mini Lulu, DD, dan sederet kucing yang ada di sana.

 Photo by Markus Spiske on Unsplash

Markus Spiske on Unsplash

Tidak ada komentar:

Posting Komentar