Saya Kalah namun Tidak Menyerah - Catatan Kecil

Sabtu, 06 Maret 2021

Saya Kalah namun Tidak Menyerah

Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan.
Federich von Schiller


Untuk memenangkan sesuatu, kita akan mempertaruhkan sesuatu dan berperang dengan itu. Taruhannya sangat beragam. Bisa tenaga, waktu, biaya, perhatian dan banyak lagi. Besarannya pun beragam. Ada yang punya logistic perang yang besar, namun ada juga dengan perang dengan segala keterbatasan. Pada akhirnya laga perang yang menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang.

Setelah perang berkecamuk dan pada akhirnya selesai, diketahuilah siapa pemenang dan siapa pihak yang kalah. Sewajarnya pemenang akan bersuka cita, dan kalah akan kecewa. Namun begitulah hidup.

 

Saya bukan orang yang gemar menipiskan kenyataan. Ketika kalah, akui saja kalah. Tidak perlu dibelokkan menjadi kemenangan yang tertunda. Hadapi kenyataan bahwa kita kalah. Menghibur hati dengan membuat istilah baru tidak akan mengubah kenyataan. Menipiskan kenyataan hanya berujung menyalahkan pihak luar untuk kekalahan kita atau setidaknya menutup kemungkinan kita untuk mengevaluasi diri.

 

Kalah bukan berarti menyerah. Hadapi, evaluasi, dan berjuang lagi. Itu yang harus dilakuan. Hadapi dan akui bahwa kita kalah. Lakukan evaluasi apakah strategi yang digunakan sudah bagus. Berlagalah lagi di medan pertempuran dengan logistik baru. Menjadi berat ketika kita akan mempertaruhkan sesuatu lagi. Waktu, tenaga, dan biaya untuk itu. Tidak semua orang akan rela mempertaruhkan sesuatu lagi setelah kekalahan.

 

Hidup itu seperti mendorong batu di atas tanjakan. Berhenti berjuang akan mendorong kamu ke bawah. Batu itu memang berat, tapi harus tetap didorong sambal kita menguatkan bahu-bahu kita. Beristirahatlah, karena lelah itu wajar. Beristirahatlah untuk meletakkan punggung di sandaran. Di saat beristirahat, mungkin kamu akan menyadari bahwa pemandangan sekitar itu sangat indah. Kamu akan menyadari bahwa bunga cantik, kicauan burung, dan cahaya matahari sore yang hangat ada di sekitarmu dan tidak kamu sadari karena kamu sibuk berperang. Mengisi tenaga, dan menyusun rencana baru. Setelah itu berperanglah lagi. Dorong batu itu lagi.

 

Ini adalah Note to My Self yang saya buat setelah saya mengalami kekalahan yang besar. Saya memang kalah, tapi tidak menyerah.

 

***

Tema ke 25, kekalahan ditulis setelah kekalahan


Photo by Stijn Swinnen on Unsplash

Tidak ada komentar:

Posting Komentar