- Catatan Kecil

Kamis, 25 November 2021

Akhir-akhir ini aku sering menonton pertandingan basket pada liga DBL Indonesia Series. Basket, sebuah olahraga yang rasanya aku tak pernah tertarik memainkan ataupun menonton. Bahkan dari dulu pertama kali pegang bola basket di SMP sampai dewasa pun tak sekalipun tertarik. Entah hal apa yang akhirnya aku membuka livestreaming pertandingan DBL di kanal Youtube DBL Play.

 

Pertama kali yang aku lakukan adalah mencari info mengenai almamaterku. Apakah SMAku dulu bermain di liga ini. Ternyata yang masih bertahan waktu itu adalah team putri. Berawal dari nonton tim SMAku, aku mulai menonton pertandingan-pertandingan lain. Akhirnya keterusan untuk mengikuti semua series. Aku tak pernah menyangka menonton pertandingan basket bisa seseru itu.



Saat menyaksikan pertandingan 8 besar putri, SMAN 1 Blitar tertinggal 1 angka dibanding lawannya. Sedangkan waktu itu pertandingan tersisa 40 detik. Aku yang tak pernah menonton basket, aku tidak tahu seberapa mungkin sebuah tim bisa mencetak angka dalam 40 detik. Ternyata…. Wooalaa… SMAN 1 Blitar bisa membalikkan keadaan dalam 40 detik tersebut dan mereka keluar sebagai pemenang dan melaju ke semi final.

 

Aku bepikir, apa yang aku bisa lakukan dalam 40 detik. Mendengar lagu pun belum sampai reff. Untuk nyalain laptop bututku aja kayaknya butuh waktu lebih dari itu. Kalapun menengok olahraga lain, sepak bola misalnya, 40 detik tersisa hanya digunakan untuk mengulur waktu dengan cara pura-pura tejatuh dan berpura-pura kesakitan. Ternyata di basket bisa berbuah keajaiban.

 

Mengejar Ketidakmungkinan. Mungkin itu bukan istilah yang tepat. Mungkin di pertandingan basket, 40 detik memang kerap terjadi kejadian seperti itu. Aku sebagai penonton mula basket akan menyebutnya mengejar ketidakmungkinan. Semakin sering menonton pertandingan basket, setidaknya ada beberapa hal yang mendorong upaya mengejar ketidakmungkinan ini bisa berhasil.

 

Mental Juara

 

Bagi orang yang bermental lemah, mungkin akan berpikir, “Ah, tidak mungkin terkejar nih.” Pikiran-pikiran yang membatasi diri seperti itu kerap melanda ke orang yang memang tidak mempunyai mental juara. Pada pertandingan tersebut aku tidak melihat adanya kelesuan, kepanikan atau tanda-tanda menyerah. Mereka tetap mengupayakan yang terbaik. Saya tahu mental juara ada di tim itu.

 

Di beberapa pertandingan lain, aku juga melihat bagaimana performansi sebuah tim yang mentalnya kena. Permainannya seperti serampangan, sering melakukan kesalahan sendiri, dan sering melakukan pelanggaran. Aku juga melihat tim yang bisa bangkit dan membalikkan keadaan walau tertinggal jauh jika mereka sudah bisa menemukan momentum bermain. Permainannya tertata bagus, tenang, dan eksekusi strategi di lapangan pun terlaksana dengan baik. Mental memang berperan besar dalam suatu pertandingan.

 

Strategi Bermain

 

Di sisa 40 detik itu, pelatih dari SMAN 1 Blitar mengajukan time out. Penghentian sementara pertandingan. Tujuan timeout ini beragam. Menyusun strategi, mengistirahatkan pemain, atau memutus momentum lawan yang sedang bagus. Di kala itu, terlihat pelatih SMAN 1 Blitar memberikan instruksi kepada pemainnya. Setelah time out, pergerakan dari SMAN 1 Blitar sangat tertata. 40 detik itu benar-benar termaksimalkan dengan baik.

 

Kemenagan harus direncanakan, begitu kata orang. Perencanaan yang baik bisa menjadi pendorong untuk ketidakmungkinan bisa ditaklukkan. Penyusun strategi yang baik akan tetap berpikir dengan tenang dalam menyusun strategi. Resiko tetap diambil. Mungkin tidak berhasil, namun dalam strategi sudah harus sempurna.

 

Kemampuan Tim

 

Mental dan strategi sudah bagus, tinggal eksekusi di lapangan. Jika saja tim itu tidak mempunya pemain dengan akurasi tembakan yang bagus, maka ketidakmungkinan itu tidak akan terkejar. Dibutuhkan kemampuan individu yang baik untuk menciptakan peluang-pelunag emas.

 

Tidak hanya kemampuan individu, kemampuan tim secara menyuluruh juga berperan besar. Aku melihat ada sebuah tim yang mempunyai individu Tangguh, tapi tidak ada support yang kuat. Pada akhirnya pemain ini kelelahan. Aturan di DBL juga mewajibkan seluruh pemain wajib dimainkan minimal 6 menit. Jadi tidak akan ada pemain yang gabut. Karena itu kemampuan tim juga sangat penting.

 

Keberuntungan

 

Tidak semua orang setuju dengan keberuntungan. Jika semuanya sudah bagus, namun tetap belum takluk juga ketidakmungkinan tersebut, maka mungkin mereka kurang beruntung. Di beberapa pertandingan kedua tim menunjukkan performa yang sangat bagus. Saling menyusul perolehan angka. Pertandingan berakhir dengan selisih 1 angka. Ya, 1 angka. Bahkan angka satu bola pun tidak. Aku menyebutnya mereka yang kalah adalah tim yang kurang beruntung.

 

Tulisan ini emang agak sok iye, tapi sebagai penonton pemula basket aku benar-benar kagum dengan pertandingan-pertandingan yang aku saksikan di DBL ini. Semangat, mental dan kemampuan pemainnya sangat luar biasa. Semangat itu yang coba kuterapkan untuk mengejar ketidakmungkinan di kehidupan sehari 


Photo by TJ Dragotta on Unsplash




Tidak ada komentar:

Posting Komentar