Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Penyakit Kekucingan

Saya berpikir, bahwa bukan hanya penyakit macam hepatitis atau diabetes saja yang bisa diturunkan, saya rasa penyakit obesesif akan kucing juga bisa diturunkan. Ya setidaknya beresiko menurun. Meli, merupakan kucing saya yang pertama. Pada waktu itu kira-kira saya berusia tujuh tahun. Ayah saya memungut Meli di pasar burung di Kota Malang. Dinamai Meli karena pada waktu itu saya mengenal kata baru dalam hidup saya, Milenium. Kata itu memang lagi ngeghitz kala itu karena memang saat itu bukan hanya tahun baru, tapi milenium baru.
Alhasil,saya berurusan dengan kucing dari saat itu sampai saya akan berangkat kuliah. Ya tentu saja bukan hanya Meli saja. Setiap kucing saya ganti, entah karena mati atau tidak pulang karena kena pelet dari kucing wanita yang binal dari kampung sebelah, orang tua saya selalu menamai dengan meli. Malas bikin nama dan ribet menghafal adalah alasan mutlaknya. Alhasil ada meli periode pertama sampai entah berapa. Sudah mengalahkan Pelitanya Pak Soeharto.
Dan pada p…

Ketinggalan Kereta dan Nikahan Bimo

Jakarta dan segala keabsurdan lalu lintasnya sepertinya tidak bisa Anda remehkan. Kalau Anda lolos dari absurdnya Jakarta, mungkin Anda sedang beruntung. Tidak untuk diulangi karena Anda tidak beruntung setiap saat.

Ceritanya kami berdelapan orang berencana akan ke Jogja dalam rangka menghadiri pernikahan Bimo. Tiket sudah dibeli, dan semua sudah dipersiapkan. Kami terjadwal berangkat pada hari Jumat, jam 21.45. Pagi hari kami sudah saling mengingatkan agar tidak terlambat, dan hadiah sudah dibeli.

Dan malam tiba, dan Allah memberi berkah ke Jakarta berupa hujan deras mulai dari sore sampai malam. Bingung segera melanda karena jam 20.30 saya masih terjebak di kosan dalam keadaan ga punya payung. Okee,... ambil resiko. Ambil jaket, lari ke luar gang dan naik taksi. Sepatu nyelup, baju dan tas basah. Sampai stasiun senen Jam 21.20 Di tengah jalan, saya baru tahu bahwa Meta masih di Ciplaz. Langsung saya pesankan Uber untuk mengantarkannya ke Stasiun Senen.

Hakim yang sudah berada di sen…

Cerita Rindu

Aku bercerita tentang rindu pada ombak
Yang menyapa pantai sebentar saja lalu pergi
Dan kembali ke pelukan samudra yang menenangkannya
Aku bersaksi atas cinta pada karang
Dihancurkannya dia oleh ombak yang berdebar
Dan tetap menunggu meski ia terkikis
Camar mengolokku, pantai dan karang tentang kebodohan abadi atas cinta
Lalu ia tenggelam dalam senja


Ditulis di Pantai Sepanjang, Jogjakarta
21 Agustus 2016

Cinta Seorang Malam 2

Malam pernah berkomplot dengan senja
Untuk mengintip hangatnya matahari
Sesaat saja lalu pergi, karena ia tahu diriApakah malam pernah bermimpi memeluk matahari?
Aku rasa malam punya logika dan rasa
Ia hanya menikmati lilin, api unggun, dan lampu-lampu kota
Bukan dengan matahari yang selalu bercumbu dengan pagi

Cinta Seorang Malam

Aku pernah tertakdir menjadi malam
Yang terkutuk mencintaimu matahari
Kau usir aku saat pagi dan kau berlari saat senja Sungguh, jika kau tanya aku tentang cinta
Kan ku jawab ini lebih dari rasa
Toh malam tak pernah berhenti mengejar matahari yang terus berlari

VLOG Trip - Procurement Workshop Belitung

Sebuah dokumentasi perjalanan saat Procurement Telkomsel melakukan perjalanan di Belitung dalam rangka Workshop Telkomsel Procurement. Completely FUN!!

First VLOG Trip - Singapore Tour

Ini adalah Vlog pertama yang saya buat. Tidak berniat untuk mengantikan Blog, karena pada dasarnya saya tetap penikmat kata-kata dan sastra. Hanya berniat untuk medokumentasikan diri dalam bentuk lain.

Perjalanan ini adalah perjalanan ke Singapura pada saat Lunar New Year. Perjalanan ini ditemani Niken Firdha, Petty dan Intan Hapsari

Dimensi

Aku melepaskan waktu dari cintaAgar padamu, ia tak berbatas usia
Aku melepaskan rupa dari cintaAgar padamu, bersemayam selamanya
Dan tak kusandarkan pada hartaAgar padamu, ia tak sekadar fana
Izinkan aku meletakkan iman di atas cintaAgar padamu, ia terjaga dari murkaNya

Pintu Harap

Ketika mata dipeluk dosa
Pikiran tertawan prasangka
Dan rasa yang tertahan di bilah-bilah waktu
Berputar mempergilirkan harap dan takutKetika cinta tertanam di bumi
Hati kan terlepas dari langit
Dan hidup yang tertelikung paras dunia
Mengharapkan dedangan puja dan sanjungDi surau kecil ujung jalan ini aku bersimpuh
Aku mengadu kepadaMu tentang harap dan takut
Yang terselundup dalam setiap sujud Jakarta, 14 Juni 2016

Ini Tentang Mimpi Mereka: sebuah refleksi tentang Kelas Inspirasi Jakarta 5

Adilkah Jakarta?

Menepis debu di pelipis
Pedas mata menyapa asap
Mengencangkan ikat pinggang untuk sekadar berkompromi dengan lapar
Suara pekak di telinga, meneriakkan segala kesedihanLima ratus meter dari situ, tuan dan nyonya berdansa-dansa
Mendentingkan gelas wine merah
Berteman daging setengah matang
Tertawa dan terbahak, menertawakan dunia yang dimainkannya Jakarta begitu adil, dengan definisi yang dimilikinya
Adil yang penuh pemakluman dan kompromi
Adil yang dimainkan dan ditertawakan Ditulis pada dini hari
Jakarta, 1 Mei 2016

Ini Soal Berkah

Ini bukan soal jumlah
Karena yang berlimpah bisa melalaikan dan yang berbatas bisa mengerdilkan
Ini bukan soal jalan
Karena yang mudah bisa menyombongkan dan yang sulit penuh menyalahkan
Ini bukan soal ruang
Karena yang lapang penuh syukur dan yang sempit penuh sabar
Dan sebenarnya ini soal berkah
Seberapa mendekatkan kepadaNya, seberapa mengingatkan kepadaNya
Berkah, sebuah kata yang menghantuiku satu tahun terakhir

Jakarta, Aku Rindu

Aku merindumu Jakarta
Dalam ramaimu, kesepianku tersamar
Dalam  kejammu, lemahku termaafkan
Dalam riuhmu, bisuku tenggelam Aku merindumu Jakarta
Kusisakan ruang kecil dalam benciku
Kubiarkan lilin kecil menyala di sana
Agar hangat ketika aku ingin memelukmuAku merindumu Jakarta
Aku melihat bayangan kehidupan
Dalam setiap lembaran kaca gedung megah itu
Dan aku tahu di mana aku harus berpulangDitulis tanggal 7 Feb 2016
Chinatown, Singapore.